Sabtu, 29 Juni 2024

Belajar Menulis Berita "Features"

 Reizuka Ari: Lulus Kuliah dengan Jalur Content Creator!



Yogyakarta - Media social TikTok saat ini menjadi sebuah platform yang menghasilkan banyak influencer dengan berbagai konten yang dihasilkan. Salah satunya adalah Reizuka Ari, seorang content creator yang sering membagikan aktivitas kesehariannya dengan konten ‘A Day With Reizuka Ari’ di akun tiktoknya.

Pria yang memiliki nama asli Ari Kurniawan tersebut menjuluki dirinya sebagai Reizuka, diambil dari nama karakter game kesukaannya sewaktu SD. Nama Reizuka sendiri dianggap sebagai lambang kesuksesannya karena kehidupan sosialnya yang mulai membaik. Karirnya dimulai saat video perkuliahan daring yang ia posting di media sosial tiktok mengundang banyak audience, dan masyarakat pun mulai tertarik dengan kontennya.

Rei, sapaannya, merupakan lulusan prodi Ilmu Komunikasi di Universitas Amikom Yogyakarta. Ia menyelesaikan masa studinya selama 3,5 tahun dengan tema skripsi yang ia ambil dari kehidupan dirinya sendiri, yaitu ‘Strategi Tiktok Dictionarei dalam Membangun Brand Image dan Memperoleh Pendapatan dari Engagement Rate Account’.

“aku nyelesain skripsi tuh kurang lebih 2 bulanan, karena tema skripsi aku tuh dari kehidupan aku sendiri, aku udah pernah ngalamin semuanya terus tinggal aku tuangin aja deh. Cari-cari teori, terus data-data nya di kumpulin, dan masukin penelitian terdahulu” ujarnya saat diwawancarai (26/6/2024)

Setelah menjadi content creator tiktok yang memiliki followers sebanyak 4.1 juta, ia memanfaatkan itu untuk menjadi peluang bisnisnya.  Ia memiliki brand skincare yaitu Reiz & Shine yang tercipta karena personal brandingnya yang seringkali memberikan informasi untuk penggunaan sun screen kepada audiens dan melihat peluang bisnis dari sana.

Terakhir, Rei berpesan untuk tetap semangat dan jangan hanya mengejar sebuah nilai. Karena nilai hanya merupakan sebuah angka, dan yang harus kalian hargai dalam hidup ini adalah proses kehidupannya. Mulai dari kira belajar, berbuat baik kepada orang, bertemu dengan orang-orang hebat, dan juga belajar hal baru.








Sabtu, 15 Juni 2024

Belajar Menulis Berita "SoftNews"

 Aplikasi X Terancam Dihapus oleh Kominfo karena Konten Tidak Pantas: Pengguna Khawatir





Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) baru-baru ini mengumumkan rencana untuk menghapus aplikasi populer, X, dari toko aplikasi di Indonesia. Keputusan ini diambil setelah Kominfo menemukan bahwa aplikasi tersebut mengizinkan konten pornografi yang melanggar aturan di Indonesia.

Dalam pernyataan resminya, Kominfo menyatakan bahwa aplikasi X gagal mematuhi regulasi terkait konten yang diizinkan di platform digital. “Kami pelajari dulu. X atau Twitter pasti diblokir kalau memperbolehkan,” kata kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan di kantornya, Jakarta, Jumat (14/6)

Pengumuman ini segera memicu reaksi beragam dari pengguna aplikasi X. Banyak yang khawatir akan kehilangan akses ke fitur-fitur yang telah menjadi bagian penting dari rutinitas sehari-hari mereka, meskipun mereka juga mengakui perlunya pengawasan konten yang lebih ketat. 

Di media sosial, tagar #tolakblokirx mulai trending, menunjukkan dukungan pengguna terhadap aplikasi ini sambil meminta pengembang untuk memperbaiki masalah konten. Banyak yang berharap agar Kominfo dan pengembang aplikasi bisa mencapai kesepakatan untuk memperbaiki masalah yang ada tanpa harus menghapus aplikasi tersebut.

Menurut situs resmi X atau Twitter, perusahaan mengizinkan pengguna untuk membuat, mendistribusikan, dan mengakses konten bertema seksual asalkan ada persetujuan bersama. "Ekspresi seksual, baik dalam bentuk visual maupun tertulis, dapat dianggap sebagai bentuk seni yang sah" kata pihak X atau Twitter.

Dengan berbagai upaya yang sedang dilakukan oleh pengembang aplikasi X, banyak pengguna yang berharap aplikasi favorit mereka tidak jadi dihapus. Situasi ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan konten dan kepatuhan terhadap regulasi dalam pengembangan teknologi. Kominfo diharapkan dapat memberikan panduan yang jelas dan mendukung pengembang aplikasi lokal untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, sambil melindungi pengguna dari konten yang tidak pantas.


sumber : Instagram @lambe_turah

Sabtu, 08 Juni 2024

Belajar Menulis Berita "HardNews"


Kenaikan Harga Pangan di D.I Yogyakarta: Masyarakat Mengeluh



 


Yogyakarta, 8 Juni 2024 - Warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sedang dihadapkan dengan kenaikan harga pangan yang signifikan. Lonjakan harga ini menambah beban ekonomi masyarakat terutama kalangan menengah kebawah yang merasakan dampak paling besar dari situasi ini.

Beberapa komoditas utama mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi dalam periode 2 bulan terakhir. Beras yang merupakan bahan pokok, mengalami kenaikan harga dari Rp 10.500/kg kini menjadi 13.000/kg. Harga cabai rawit merah yang sebelumnya kisaran Rp 40.000/kg, kini harganya bisa mencapai Rp 65.000/kg. Bahan pangan lain seperti bawang merah dan minyak goreng juga mengalami lonjakan yang serupa.

Diperkirakan kenaikan bahan pangan ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah cuaca yang tidak menentu, terutama musim kemarau panjang yang telah mempengaruhi produksi dan pasokan hasil pertanian.

Di Pasar Demangan Yogyakarta, beberapa pedagang mengeluhkan daya beli masyarakat yang menurun. Ibu Sumarni, seorang pedagang sembako mengatakan bahwa penjualan beras mengalami penurunan drastis semenjak harganya naik. "Sekarang orang-orang pada beli berasnya sedikit-sedikit karna harganya mahal. Soalnya lagi musim kemarau, jadi banyak padi yang gagal panen karena kekurangan air, makanya harga beras jadi naik drastis" ujar Ibu Sumarni.

Sementara itu, pak Mulyanto sebagai pedagang sayur juga mengeluhkan hal yang sama terhadap kenaikan harga pangan ini. "Akhir-akhir ini pembelinya lagi menurun, karena harga bahan pangan seperti cabe dan bawang sedang mengalami kenaikan harga." ucapnya.

Para pakar ekonomi memberi saran agar pemerintah lebih aktif dalam menangani permasalahan ini dengan kebijakan yang lebih strategis. Pemerintah perlu fokus pada peningkatan produksi pertanian lokal dan memperbaiki rantai pasok untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan luar daerah.

Belajar Menulis Berita "Features"

 Reizuka Ari: Lulus Kuliah dengan Jalur Content Creator! Yogyakarta - Media social TikTok saat ini menjadi sebuah platform yang menghasilka...